149
149 shares, 149 points

Satria Baja Hitam bertekuk lutut di bawah kaki monster jahat Gorgom, musuh yang mencoba menghancurkan planet Bumi. Gorgom terlalu kuat, Satria Baja Hitam akhirnya kalah dan berakhir hanyut di laut. “Satria Baja Hitam telah mati, siapakah yang akan melindungi planet tercinta ini?” pesan penutup dari sang narator. 

Ini adalah potongan scene dari sebuah dokumenter. Bukan, bukan dokumenter tentang anime atau superhero Jepang. Menariknya, dokumenter ini bertemakan manusia, mahluk hidup dan lingkungan.

Beberapa waktu lalu, saya mendapat rekomendasi untuk menonton dokumenter berjudul “Diam dan Dengarkan”, karya Mahatma Putra, produksi Anatman Pictures. Dapat disaksikan melalui kanal YouTube, film ini menghadirkan berbagai narasumber ahli yang mengutarakan pemahaman atas apa yang sebenarnya terjadi disekitar kita. 

Setiap segmen diceritakan apik oleh narator lintas generasi dengan latar belakang berbeda. Pada chapter I “Kiamat yang Tak Terhindarkan”, aktris senior Christine Hakim menceritakan bagaimana bumi telah berkali-kali menghadapi “kiamat” sejak miliaran tahun yang lalu. Sejak zaman es sampai munculnya kiamat bagi mahluk hidup lain oleh kita, manusia.  

Secara garis besar, segmen selanjutnya terbagi ke dalam pembahasan dua aspek yaitu manusia dan kondisi alam saat ini. Sebuah gambaran 90-menit yang mengerikan, mengusik dan membuat saya berpikir. 

Berpikir mengenai seberapa rusaknya planet bumi ini diakibatkan oleh ulah manusia, termasuk saya sendiri. Hal yang terlihat “normal-normal saja” seperti penggunaan plastik, produk kecantikan dan makanan cepat saji, kadang tidak kita sadari membawa anomali besar bagi tatanan kehidupan planet bumi. Bumi yang kepunahannya sedang kita percepat, jika kebiasaan normal tersebut terus dilakukan secara massal. 

Well, some things do change…

Beberapa aksi nyata dalam misi penyelamatan planet bumi, dapat kita temui sehari-hari. Beberapa yang saya amati, diantaranya: 

  1. No-plastic-straw; beberapa tahun belakangan ini, sudah banyak restoran baik resto cepat saji dan yang lainnya, tidak menyediakan sedotan plastik. Fenomena sosial yang menarik disini adalah munculnya istilah “sedotan SJW”, karena pada awalnya isu ini diangkat oleh aktivis netizen dikenal dengan sebutan Social Justice Warrior (SJW). 
  2. No-more-plastic-bag in your favourite grocery store; aksi ini memang didukung oleh kebijakan peraturan pemerintah setempat, yaitu per tanggal 1 Juli lalu, semua supermarket tidak diperkenankan menggunakan kantong plastik. Jadi siapkan reusable shopping bag terbaikmu jika ingin berbelanja.
  3. Healthy-food kiosk; Kolaborasi Untuk Desa adalah satu resto baru di Sanur, Bali yang menghadirkan konsep plant-based food canteen dengan harga yang sangat terjangkau. Kini banyak bermunculan food stall yang mengusung tema healthy food seperti salad, poke bowl atau organic herbal drink
  4. Grow-veggies-on-your-backyard; istilah yang saya buat untuk menggambarkan tren berkebun melalui metode hidroponik belakangan ini. Pandemi covid-19 berpengaruh besar terhadap tren ini, dimana banyak orang yang mulai beralih kepada hidup sehat terutama dalam mengkonsumsi sayuran yang ditanam secara mandiri yang dinilai lebih higienis.

Kontribusi ini, walau terlihat kecil, tetapi jika dilakukan konsisten, habitual dan masif, tentunya secara perlahan dapat membawa dampak baik bagi lingkungan. Paling tidak, kita dapat memberi waktu bagi kelangsungan hidup di planet ini.

Seharusnya tidak perlu menunggu sampai ada pandemi dan lockdown untuk memberi jeda kepada bumi ini. Siapa lagi yang bisa menyelamatkan planet bumi dan seisinya jika bukan penghuninya yang dinilai paling intelektual? Kita berbagi planet ini, bukan untuk dieksploitasi demi kesejahteraan sendiri. 

Seperti kata-kata terakhir dari Satria Baja Hitam sebelum kekalahannya dari pasukan Gorgom. “Bumi ini adalah untuk manusia, dan untuk semua mahluk hidup”.

Trailer Dokumenter Diam & Dengarkan


Like it? Share with your friends!

149
149 shares, 149 points

One Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Terbaik.
    Kita adalah bagian dari jiwa-jiwa yang diberi Akal untuk dapat Diam dan Mendengarkan semua. Mari kita terus memperbaiki diri dan memaksimalkan segala kemampuan beradaptasi dengan baik dan melahirkan kebaikan-kebaikan.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF