142
141 shares, 142 points

Kulturina.id – Masyarakat Kota Tangerang mungkin tak asing dengan Museum Benteng Heritage. Museum ini merupakan hasil restorasi sebuah bangunan berasitektur tradisional Tionghoa yang menurut perkiraan dibangun pada pertengahan abad 17 dan merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Tangerang.

Didirikan oleh Warga Asli Tionghoa Tangerang, Udaya Halim, Museum yang dibuka pada tanggal 11 Novermber tahun 2011 di jam 20.11 WIB menghadirkan peninggalan nenek moyang China Benteng yang datang di Tangerang sejak tahun 1407 di Teluk Naga.

Udaya Halim tidak hanya cinta sejarah nenek moyangnya etnis Tionghoa, namun juga mencintai kebudayaan nusantara lainnya khususnya kuliner.

Ia mendirikan tempat yang kemudian dinamai dengan Roemah Boeroeng Tangga Ronggeng. Rumah yang terletak di Jalan Cilangkap Pasar Lama Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

“Dinamai Roemah Boeroeng karena rumah ini awalnya menjadi sarang burung walet,” ungkap Rudi salah satu pengelola Roembeor Tangga Ronggeng. Adapun Ronggeng dari keberadaan rumah judi ditepian sungai Cisadane yang kerap mendatangkan ronggeng pada awal 20-an. Sehingga disebutlah tepian sungai tempat mereka mandi itu sebagai tangga Ronggeng.

Roemboe Tangga Ronggeng suda sejak 2013 menggelar beragam kegiatan kebudayaan seperti Festival Sincia, Capgome dan Festivak Pehcun.

“Kali ini sekaligus memperingati hari ibu kita menggelar Festival Kebaya Nusantara,”ungkap Rudi.

Festival Kebaya Nusantara Roemah Boereng Tangga Ronggeng akan digelar pada Sabtu (21/12).

Rudi menjelaskan kegiatan akan disii dengan parade kebaya, orkes keroncong, gambang kerombong. “Juga akan ditampilkan barang barang jadul milik Pak Udaya karena koleksi barang beliau cukup banyak,” ungkap Rudi.


Like it? Share with your friends!

142
141 shares, 142 points

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF