132
132 shares, 132 points

Oleh Lily Tjahjandri, Pengajar Kebudayaan UI

Kulturina.id – Nilai kekeluargaan dan gotong royong kerap dipertanyakan keberadaannya di era milenial, saat sikap individualis menyita ruang dalam kehidupan bermasyarakat di era global. Mari sejenak kita membayangkan kehidupan harmoni dalam kehidupan masyarakat tradisional Suku Dayak dalam rumah tradisional Betang.

Masyarakat Suku Dayak tinggal bersama dalam Rumah Betang, rumah panggung yang berdiri memanjang dan biasanya dihuni bersama-sama oleh banyak keluarga. Merajut keseharian dalam kebersamaan adalah filosofi rumah Betang suku Dayak.

Rumah adat Betang ditemui di berbagai tempat di wilayah Kalimantan dan biasanya berada di dekat hulu sungai, sarat dengan nilai dan filosofi akan kehidupan bergotong royong. Rumah adat Betang mencakup semesta kehidupan masyarakat suku Dayak, baik karsa dan karya.

Hidup dalam kebersamaan dan membagi tugas bersama untuk kesejahteraan. Semua permasalahan yang mereka hadapi adalah bagian dari tanggung jawab bersama, setiap masalah akan dibahas pada saat mereka bertemu dan berkumpul setiap harinya, pada saat makan bersama selepas kerja, semua tak lepas dari pembahasan bersama sebagai keluarga besar baik hal-hal yang berhubungan dengan alam ataupun hubungan antar manusia.

Masyarakat suku Dayak mencintai perdamaian dan berupaya mencari keharmonisan dalam rumah Betang. Bukan nilai kemewahan ataupun barang-barang yang berharga mahal yang ditemukan dalam rumah adat tersebut, kita akan menemukan kesederhanaan yang begitu lekat dan menyatu dengan alam sekitar.

Menjaga keharmonisan manusia dan alam adalah filosofi yang dipegang secara kuat oleh masyarakat tradisi. Manusia hidup untuk menjaga alam sekitar. Maka, secara tidak langsung rumah adat Betang juga berfungsi sebagai pusat pendidikan non formal tentang tradisi dan adat bagi generasi penerus masyarakat Suku Dayak. Generasi yang lebih tua mengajarkan nilai-nilai tradisi pada yang lebih muda secara terus menerus dalam rumah adat Betang.

Ditinjau dari struktur rumah adat rumah Betang terbuat dari kayu dan yang kita akan dapati adalah ruang yang sangat luas dari ujung ke ujung. Di salah satu sudutnya digunakan untuk dapur dan aktivitas penghuni rumah dilangsungkan dalam ruang luas tersebut. Pembagian tugas secara kolektif dilakukan melalui musyawarah bersama. Kehidupan keseharian menjadi tanggung jawab bersama.

Nilai gotong royong sangatlah dijunjung tinggi dan hal inilah yang patut menjadi teladan kita sebagai generasi milenial, mampukah kita merobohkan sekat-sekat dalam kehidupan bermasyarakat untuk mencapai harmoni dalam berbangsa?


Like it? Share with your friends!

132
132 shares, 132 points

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube and Vimeo Embeds
Image
Photo or GIF