195
194 shares, 195 points

Ada yang menarik saat Presiden Joko Widodo menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2020 di ICE BSD, Tangerang Selatan, kemarin (30/1/2020). Orang nomor satu itu mengenakan baju cheongsam berwarna merah saat menghadiri acara tersebut. Baju khas China itu dirancang oleh desainer ternama Anne Avantie.

Busana cheongsam yang dikenakan Jokowi diakui Anne sarat filosofi. Bila dikaitkan dengan keberagaman, kerah shanghai bisa menunjukkan bahwa ada banyak seni budaya yang terus berkembang di Indonesia.

“Kita ini beragam. 714 suku yang kita miliki dengan bahasa daerah 1.100 lebih. Enggak ada negara seberagam Indonesia. Ini yang patut kita syukuri. Bahwa meskipun kita beraneka ragam tapi kita tetap satu sebagai saudara sebangsa setanah air yang hidup di Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pidatonya.

Jokowi lalu meminta para tamu yang hadir melihat keberagaman sebagai keistimewaan Indonesia yang bisa menyatukan seluruh budaya dalam satu negara kesatuan.

Cheongsam Sarat Makna

Selain identik dengan makanan kue keranjang dan festival barongsai, saat perayaan Imlek juga identik dengan pemakaian baju khas China bernama Cheongsam. Bagi masyarakat Tionghoa yang hidup di era modern pun, baju ini seakan masih menjadi pilihan sebagai kostum dalam perayaan imlek setiap tahunnya.

Baju Cheongsam yang dikenal juga sebagai pakaian Qipao adalah baju khas bangsa Tionghoa yang menjadi simbol akan kedudukan sosial kaum perempuan. Baju yang dibuat pada tahun 1920 ini, menjadi salah satu pakaian yang sering dikenakan oleh bangsa Tionghoa khususnya kaum wanita yang memiliki kedudukan sosial yang tinggi.

Warna busana Cheongsam yang didominasi merah dipadu dengan warna kuning atau warna emas saat Imlek ini ternyata memiliki arti tersendiri. Mereka meyakini bahwa dengan memakai pakaian adat tradisional berwarna merah yang merupakan warna inti di tahun baru Imlek ini, mereka akan mendapatkan keberkahan serta kebahagiaan. Secara psikologi warna merah pun mengandung sifat keceriaan. Pakaian Cheongsam yang dipadukan dengan warna kuning atau emas merupakan simbol dari ketulusan dan rasa ikhlas. Sedangkan paduan warna emas tersebut merupakan simbol dari kesuksesan, keberhasilan serta kemakmuran.

Busana Klasik yang Menembuh Batas

Cheongsam atau dikenal juga dengan istilah Qipau dalam bahasa Mandarin, adalah gaun gaya panel one-piece yang berasal dari China. Gaun yang diapakai oleh wanita ini sudah ada selama pemerintahan Manchu abad ke-17. Pada saat itu, penguasa Manchu Nurhachi (1559-1626) menggunakan Cheongsam sebagai penanda status sosial masyarakat Manchu. Setiap baju Cheongsam mewakili sekelompok orang yang berbeda (klan etnis yang terkait dengan perkawinan, darah, atau lokasi).

Awalnya, hanya ada empat warna baju Cheongsam yakni kuning, putih, biru dan merah. Kemudian, jumlah warna baju ditambah menjadi delapan. Tak hanya wanita, pria pun wajib mengenakan baju adat China versi pria yang bernama Changpao. Seluruh pria China Han harus mengenakan Changpao dengan warna yang sesuai dengan status sosial mereka. Changpao tampak seperti jubah atau jaket yang panjang dan longgar.

Selain Changpao, baju Cheongsam versi pria juga dikenal dengan nama Changshan. Busana yang kini dipakai saat Imlek tersebut merupakan pakaian resmi dari para pria di China untuk menghadiri acara-acara. Seperti cheongsam, pemakaian Changshan juga menunjukkan kasta seseorang. Mereka yang memakai baju Changshan dianggap sebagai kalangan kelas atas.

Selama tahun 1920-an, baju Cheongsam menjadi populer di kalangan selebritas Tiongkok dan kelas atas. Popularitas pakaian adat China ini dikaitkan dengan perubahan zaman. Cheongsam pada periode ini menandakan pembebasan wanita China dari masa lalu tradisional mereka.

Seiring waktu, baju Cheongsam telah memainkan peran penting dalam desain pakaian modern dan menginspirasi merek internasional seperti Shanghai Tang, NE Tiger, Guo Pei, dan Laurence Xu. Kebangkitan China sebagai negara adidaya juga memainkan peran dalam evolusi desain baju Cheongsam modern, karena orang-orang di seluruh dunia menjadi semakin tertarik pada desain dan budaya China.


Like it? Share with your friends!

195
194 shares, 195 points

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan Artikel
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF