169
169 shares, 169 points

Puluhan aktor Indonesia tergerak untuk melestarikan karya sastra dengan berpartisipasi dalam program terbaru Sandiwara Sastra. Mereka menghidupkan cerita dan tokoh-tokoh dalam karya sastra tersebut menjadi wujud audio.

Program merupakan kolaborasi Titimangsa Foundation, KawanKawan Media, dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI. Sandiwara Sastra bisa disimak mulai Rabu (8/7/2020) pukul 17:00 WIB lewat podcast @budayakita serta akan disiarkan melalui stasiun radio RRI. Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI Hilmar Farid mengatakan, sandiwara radio pernah menjadi primadona pada masa kejayaannya. Saat ini, dia mendapati karya dalam wujud serupa semakin populer, yakni siaran podcast yang kian diminati banyak kalangan.

Platform tersebut bisa dimanfaatkan untuk lebih memperkenalkan karya-karya sastra Indonesia melalui format audio. Sandiwara Sastra sekaligus menjadi bagian dari program “Belajar dari Rumah” Kemdikbud RI di masa pandemi Covid-19.

“Karya sastra akan disukai kalau dikenal, dengan ini saya berharap publik bisa jauh lebih mengenal karya-karya kita, karya sastra bisa masuk dalam keseharian,” kata Hilmar pada konferensi pers virtual yang disimak di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Sandiwara Sastra diproduseri oleh Happy Salma dari Titimangsa Foundation dan Yulia Evina Bhara dari KawanKawan Media. Sutradara Gunawan Maryanto mengarahkan para aktor dan aktris lintas generasi dari jarak jauh, lintas kota, bahkan negara.

Terdapat total 27 figur publik yang terlibat dalam program. Nama-nama itu ialah Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi, Marsha Timothy, Vino G Bastian, Nicholas Saputra, Reza Rahadian, Najwa Shihab, Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Chelsea Islan, Pevita Pearce, dan masih banyak lagi.

Sejauh ini, tim telah merampungkan alih wahana dari enam karya sastra yang siap mengudara. Setiap pekan, satu episode berdurasi 30 menit bisa didengarkan oleh penikmat seni. Sementara, empat novel dan cerpen lain sedang dalam proses adaptasi.

Produksi karya yang telah selesai, yaitu adaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari), novel Helen dan Sukanta (Pidi Baiq), serta novel Lalita (Ayu Utami). Adaptasi lain termasuk cerpen “Berita dari Kebayoran” (Pramoedya Ananta Toer), cerpen “Kemerdekaan” (Putu Wijaya), dan cerpen “Mencari Herman” (Dewi Lestari).


Like it? Share with your friends!

169
169 shares, 169 points

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF