150
154 shares, 150 points

Kota Bengkulu yang berada di wilayah Sumatera Bagian Selatan sarat akan warisan sejarah bangsa, khususnya dikaitkan dengan jejak perjuangan founding father, Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.  Setelah masa pengasingan Bung Karno di Ende NTT, Bengkulu adalah tempat pengasingan selanjutnya.

  Bung Karno datang ke Bengkulu pada 14 Agustus 1938, dan di kota inilah Soekarno mengenal sosok Fatmawati, yang selanjutnya menjadi Ibu Negara Pertama RI.

  Bengkulu adalah tempat Fatmawati Soekarno menghabiskan masa kecil hingga dewasa. Lahir pada 5 Pebruari 1923, Fatmawati  merasakan  getirnya masa penjajahan Belanda. Fatmawati mengenyam pendidikan di Holand Inlandsche School (HIS) yang setara dengan SD. Kemudian beliau melanjutkan ke sekolah yang dikelola secara katholik. Pertemuan dengan Soekarno terjadi saat Soekarno menjadi pengajar di sekolah di Bengkulu, tempat Fatmawati juga menuntut ilmu. Jalinan cinta pun perlahan tumbuh di antara keduanya dan berlanjut hingga ke jenjang pernikahan pada tahun 1943.

  Perjuangan yang berat dilalui oleh Fatmawati saat mendampingi Soekarno yang harus menghadapi masa-masa berat untuk mencapai kemerdekaan. Pada saat itu Indonesia tengah menghadapi masa-masa genting yaitu masa penjajahan Jepang di Indonesia dan disinilah  ketangguhan Fatmawati diuji. Saat Soekarno diculik di Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus untuk persiapan proklamasi Indonesia, Fatmawati pun turut mendampingi perjuangan Soekarno dengan membawa putra pertama Guntur yang masih kecil. Fatmawati turut mendukung perjuangan meraih proklamasi dengan menjahit sendiri bendera pusaka merah putih selama dua hari sebelum proklamasi kemerdekaan, yang pada saat itu ia tengah hamil tua (usia kandungan sudah delapan bulan lebih).

Kenangan akan tokoh Proklamator dan Ibu Negara Fatmawati Soekarno terekam dalam destinasi sejarah di Kota Bengkulu.  Selain Kediaman Bung Karno di Bengkulu yang saat ini menjadi museum, kita dapat mengunjungi Rumah Fatmawati, Rumah kenangan masa kecil Fatmawati di Bengkulu yang saat ini menjadi museum. Terletak di Jalan Fatmawati no 10. Dalam museum tersebut pengunjung akan mendapati foto, lukisan dan dokumentasi yang berkenaan dengan kehidupan Ibu Negara I RI. Di tengah ruang utama kita akan mendapati mesin jahit yang digunakan oleh Fatmawati saat menjahit bendera pusaka, sebuah bakti untuk ibu pertiwi, saat simbol kebangsaan merah putih dijahit saat bangsa dalam kondisi darurat menuju detik-detik proklamasi.

  Kota Bengkulu juga saat ini tengah mempersiapkan peresmian monument Fatmawati yang telah dibangun sejak 2018 oleh seniman besar Indonesia Nyoman Nuarta, yang menggambarkan perjuangan Fatmawati saat merajut bendera pusaka.  Bila kita menuju Bengkulu dengan menggunakan transportasi udara akan mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno. Bandara udara di Bengkulu diberi nama Fatmawati Soekarno untuk mengenang perjuangan Ibu Negara I RI tersebut.


Like it? Share with your friends!

150
154 shares, 150 points

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube and Vimeo Embeds
Image
Photo or GIF