187
188 shares, 187 points
Makanan Khas Papua, Papeda

Jakarta – Membicarakan soal makanan, memang selalu menggugah banyak orang, terlebih makanan yang berasal dari sebuah daerah di Indonesia. Sebab terdapat banyak kekayaan kuliner yang sangat beragam di bumi nusantara ini, salah satunya termasuk makanan khas Papeda yang berasal dari Papua.

Seperti dalam sebuah acara peluncuran kanal budaya kulturina.id dengan mengusung tema “The Power of Noken Papua” yang digelar di Hotel J.S Luwansa Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/19). Makanan khas yang terbuat dari bahan dasar sagu ini menjadi menu paling diburu oleh para tamu undangan, sampai-sampai mereka harus rela mengantri karena penasaran ingin mencicipinya.

Menariknya, Papeda ini terlihat seperti lem atau bahan perekat namun ternyata lebih menyerupai bubur sumsum. Nah kalau bubur sumsum berwarna putih susu, beda hapnya dengan Papeda yang berwarna putih bening. Selain itu, Papeda juga biasanya disajikan dengan kuah pindang tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit serta bahan rempah lainnya seperti daun kemangi sehingga menguarkan aroma alami yang membuat perut semakin keroncongan.

Menurut Agus, salah satu tamu undangan yang sudah mencicipi Papeda, selain memiliki cita rasa yang unik, Papeda ini adalah warisan kekayaan kuliner yang harus mulai dikenalkan ke banyak orang. “Rasanya unik, sensasinya berdeda saat saya menyantap Papeda ini. Maka itu perlu sekali untuk dikenalkan ke banyak orang sebagai menu kuliner, untuk memperkenalkan kekayaan Papuan dan nakanan nusantara,” cetusnya.

Terbuat dari Sagu Di Papua sendiri memang banyak ditemukan pohon sagu, sehingga para warganya memanfaatkan tepung sagu ini sebagai Papeda. Dalam pembuatan Papeda ini juga diolah dengan sangat sederhana sekaligus tradisional. Tepung sagu didapatkan dengan cara memotong pokok sagu, lalu bagian bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Tidak sembarangan dalam memilih pohon mana yang bisa menfhasilkan sagu yang berkualitas baik.

Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara tiga hingga lima tahun. Inilah bahan baku sagu yang siap diolah menjadi aneka makanan khas suku Dani yang mendiami Lembah Baliem. Sejarah Papeda hampir di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Papua, sagu merupakan bahan dasar dalam berbagai makanan. Berbagai olahan sagu pun beragam diantaranya ada sagu bakar, sagu lempeng, dan sagu bola, Papeda sendiri menjadi sajian yang paling banyak dikenal di berbagai pelosok Papua, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat adat di Kabupaten Mappi, Asmat, hingga Mimika.

Antropolog sekaligus Ketua Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben, menyatakan bahwa Papeda dikenal lebih luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari. Perkembangannya kuliner yang satu ini sudah mulai menyebar. Kini Papeda menjadi makanan yang eksotis dan unik sehingga mulai dicari oleh pemburu kuliner.

Saat ini, papeda bisa ditemukan di beberapa restoran di Jakarta dan Bandung. Salah satu restoran yang menyediakan papeda sebagai menunya adalah Restoran Yougwa di kawasan Kelapa Gading yang merupakan cabang dari Restoran Yougwa cabang Danau Sentani, Jayapura.

Melihat sejarah Papeda ini sangatlah menarik untuk ditelisik, karena selain kekhasaan cita rasanya yang berbeda terdapat keunikan yang menjadi ciri khas makanan ini sendiri mulai dari bahan dasar yang digunakan, pengolahan dan penyajiannya.

Untuk itu, makanan ini perlu dilestarikan sebagai warisan makanan nusantara. Bagi Anda yang suka mencoba makanan baru, Papeda adalah menu yang harus ada dalam list petualangan kuliner Anda saat ini.


Like it? Share with your friends!

187
188 shares, 187 points

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF